BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 18 Juni 2009

Jason Kidd Lewati Rekor Assists Magic Johnson

Reuters

DALLAS - Guard Dallas Mavericks Jason Kidd berhasil melewati catatan perolehan assists legenda hidup NBA, Magic Johnson.

Kidd membuat 19 angka dan 20 assists dalam pesta kemenangan 140-116 Dallas atas Phoenix Suns, Senin (6/4/2009). Dengan hasil itu Kidd berhasil menjadi pencetak assists terbanyak ke-3 sepanjang sejarah NBA.

Dia melewati rekor Johnson, ketika membuat assists-nya yang ke-14. Saat perempat kedua tersisa satu menit, Kidd memberikan bola matang kepada Josh Howard. Kidd pun membukukan assists 10,142.

Ketika rekor diumumkan, Kidd langsung menerima penghargaan berdiri dari penonton. Di antara mereka yang melakukan penghormatan adalah pemegang rekor assists nomor dua NBA, Mark Jackson yang sudah mengukir assist sebanyak 10,334 kali.

Pemegang rekor assists tertinggi NBA hingga saat ini masih dipegang guard legendaris Utah Jazz, John Stockton. Tandem setia Karl "Mailman" Malone tersebut punya rekor assists 15,806.

Selepas pertandingan melawan Suns itu, Kidd juga berhasil mencetak rekor assists tertingginya dalam satu pertandingan musim ini.

Steve Nash Rebut Gelar Pemain Terbaik NBA

Pemain Guard Phoenix, Steve Nash, bintang asal Kanada yang memimpin Suns menjadi tim terbaik NBA musim ini, terpilih sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player(MVP) reguler NBA, Minggu waktu setempat.

Berita ini sebenarnya sudah bocor beberapa hari lalu sehingga Nash tidak terlalu terkejut saat menjadi point guard kedua dalam 40 tahun sejarah NBA yang merebut gelar MVP, mengalahkan pemain center Miami Shaquille O`Neal.

"Ini benar-benar di luar perkiraan saya. Saya benar-benar merasa terhormat," kata Nash, Minggu setelah pengumuman hasil voting MVP. "Ini luar biasa. Saya tidak pernah berharap atau memimpikan perhargaan ini."

Nash memimpin dengan perolehan 1.066 total poin dan 65 pilihan pertama dalam media polling untuk mengalahkan O`Neal yang memperoleh 1.032 poin dan 58 pilihan pertama dalam pemilihan MVP terketat keempat dalam sejarah NBA.

"Secara jujur saya katakan saya malu menang atas Shaq," ungkap Nash, Sabtu.

Pemain forward Dallas asal Jerman Dirk Nowitzki berada di peringkat ketiga dan pemain tinggi besar San Antonio Spurs Tim Duncan di posisi keempat, serta guard Philladelphia Allen Iverson pada peringkat kelima.

O`Neal telah memenangkan gelar MVP babak final tiga kali, namun baru sekali menjadi MVP reguler.

"Steve adalah pemain yang baik," kata O`Neal. "Tahun ini sangat menggembirakan bagi Steve. Dia bermain basket dengan bagus."

Dibandingkan dengan musim lalu, Suns mencatat hasil lebih baik dalam 33 partai setelah kedatangan Nash, 31. Phoenix mencatat 29-53 musim lalu dan memperbaikinya menjadi 62-20 musim ini. Suns juga memiliki keuntungan menjadi tuan rumah dalam setiap babak di playoff.

"Saya tidak pernah menyangka akan memulai musim ini dengan 31-5," kata Nash. "Sejak saat itulah saya menyadari kami sulit dikalahkan."

Nash, yang sempat bergabung selama enam tahun dengan Dallas Mavericks akan memimpin Suns saat berhadapan dengan mantan klubnya pada babak kedua yang akan digelar Senin.

Nash berperan sebagai otak serangan cepat Suns dengan catatan terbaik NBA 11,5 assist per game dan mencetak rata-rata 15,5 poin per game. Dia termasuk dalam tiga guard terbaik NBA yang dapat memasukkan 50 persen dari percobaan tembakan mereka.

Nash menyamai catatan pemain legendaris NBA dari Los Angeles Lakers, Magic Johnson sebagai point guard yang meraih gelar MVP sejak Oscar Robertson dari Cincinnati pada 1964.

Poin yang dicetak Nash merupakan poin terkecil yang pernah dicetak seorang MVP sejak Bill Watton dari Portland menang pada 1978. Nash juga menyamai Charles Barkley peraih MVP tahun 1993 sebagai pemain Suns yang pernah meraih MVP.

O`Neal, 33, membuat Miami berpeluang merebut gelar juara NBA setelah pindah dari klub lamanya Los Angeles Lakers. Heat tampil lebih baik dalam 17 partai dengan catatan 59-23, sedangkan catatan kemenangan Lakers menjadi 34-48 dari 52-26.

O`Neal mencatat rata-rata 22,9 poin dan 10,4 rebound serta menjadi penembak paling akurat dan paling dominan dalam sejarah NBA.

Yao Ming Ungguli Yi Jianlian



Yao Ming Ungguli Yi Jianlian

YAO MING; Cedera, absen melawan Mavs

HOUSTON--Yao Ming, bintang basket asal Cina, sukses membawa Houston Rockets merobek jala New Jersey Nets dengan kemenangan 114-88, Selasa (17/2) malam waktu setempat. Center raksasa ini menorehkan 20 poin serta 12 rebound dalam donasinya bagi kemenangan Rockets tersebut. Sementara Ron Artest dan Shane Battier keduanya membukukan kombinasi angka 37 bagi Rockets.

Selain membuktikan diri sebagai motor serangan Rockets, Yao juga berhasil membuktikan dirinya lebih baik dari rekan senegaranya Yi Jianlian yang memperkuat Nets. Dalam laga ini, Yi yang baru pulih dari cedera tercatat hanya menyumbang lima angka bagi Nets.

Tampil maksimalnya Yao membuat Rockets tetap tampil kokoh meski tanpa diperkuat Tracy McGrady dikabarkan absen di sisa musim ini karena memulihkan cedera lutut kanannya. Terbukti, meski tanpa McGrady, Rockets masih bisa menyapu Nets sehingga mengalami kekalahan keenam beruntun.

Di kubu Nets, Vince Carter mencetak 30 poin disusul Brook Lopez dengan 21 poin serta sembilan rebound. ''Saya tahu ini merupakan pertandingan pertamanya setelah cedera dan tentunya akan sulit,''kata Yao tentang Yi. ''Di saat jeda paruh pertama saya sempat memberi tahu dia supaya santai.'' Menurut Yao beberapa tahun lalu dirinya sempat merasakan bagaimana tampil setelah menjalani cedera. ''Rasanya sungguh buruk, saya merasa seperti baru lahir.''

Sejak awal pertandingan Rockets langsung melesat dan mendominasi. Sebuah dunk yang dilakukan Yao saat waktu tersisa 2:45 menit di kuarter pertama membawa Rockets unggul. Mereka menutup kuarter ini dengan membukukan run 17-0, di mana lima dari tujuh poin terakhir dibukukan Artest.

Kemenangan ini membuat pelatih Rockets, Rick Adelman cukup gembira. ''Saya senang dengan pergerakan bola.'' Di kuarter kedua, Rockets pun masih mendominasi dengan keunggulan dan memimpin 56-40 saat jeda paruh pertama. Saat memasuki kuarter keempat, Rockets unggul dengan selisih 19 poin.

Sementara itu pelatih Nets, Lawrence Frank mengakui kekalahan pasukannya. ''Kita sempat melawan tapi di pertengahan kuarter kedua mereka melesakan banyak tembakan dan kita tidak bisa mengimbanginya,'' kata Frank. Menurut Frank, pasukannya yang didominasi pemain muda belum mampu menandingi pemain-pemain veteran yang memperkuat Magic. Rockets yang membukukan rekor 27-17 bahkan tercatat menorehkan rebound hampir dua kali lipat dari Nets yakni 56-30. afp/cep/kpo

Tantangan Berat Rockets Tanpa Yao Ming

o1 o2

HOUSTON - Houston Rockets sepertinya menghadapi tantangan berat saat menghadapi sisa laga babak play off semifinal Wilayah Barat melawan Los Angeles Lakers. Pasalnya, Rockets tidak diperkuat center andalan Yao Ming.

Seperti diketahui, cedera itu sendiri dialami Yao Ming ketika Rockets mengalami kekalahan 108-94 di Toyota Center, Sabtu (9/5/2009) kemarin. Sebelumnya, Rockets belum memastikan seberapa parah cedera yang dialami center bertubuh besar itu.

Tapi, pada Sabtu malam waktu setempat Rockets mengumumkan hasil pengecekan tim medis. Mantan juara NBA itu mengatakan Yao mengalami cedera patah kaki kiri dan membutuhkan waktu selama 8-12 pekan untuk sembuh.

Cedera di kaki kiri merupakan cedera kambuhan Yao. Dia sudah mengalami cedera ini sejak tiga musim lalu. Meski begitu, Yao tetap bisa bermain sebanyak 77 pertandingan selama musim 2008-2009.

Itu artinya, Rockets tidak akan diperkuat center asal China itu ketika Ron Artest dkk menjalani pertandingan game keempat pada babak semifinal Wilayah Barat melawan Lakers. Saat ini Lakers memimpin 2-1 atas Rockets.

Praktis, jika Yao tidak dapat membela Rockets, maka ini merupakan tantangan berat bagi mereka menghadapi Lakers. Apalagi, pelatih Rick Adelman sudah kehilangan pemain andalan lainnya Tracy McGrady.

Namun, Adelman sudah menyiapkan strategi lain, jika Yao memang tidak dapat memperkuat Rockets. "Kami harus bisa memaksimalkan strategi kami," tegas Adelman dikutip Sandiego.com, Minggu (10/5/2009).

"Setiap pemain harus mengandalkan kekuatan mereka dan mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk membantu kami. Anda harus bermain secara kolektif. Kami punya skuad yang kuat dan itu yang harus kami andalkan," tandasnya.

Meski berat, namun peluang Rockets untuk mengalahkan Lakers tanpa Yao memang cukup terbuka. Apalagi, sebelumnya mereka bisa mencatat rekor 3-2 selama tidak diperkuat Yao di babak play off musim ini.

"Kami pernah menang tanpanya sepanjang tahun ini. Ini hanya merupakan kasus lain. Anda tidak bisa mengandalkan yang tidak ada, namun sebaliknya. Pemain benar-benar yakin, jika kami mampu bermain baik, maka kami bisa menang," tutupnya.

Duel Kobe Bryant Vs LeBron James Panaskan Perang Bintang

Dalam beberapa tahun terakhir, para pecinta basket Amerika Serikat terlibat perdebatan sengit. Perbalahan itu masuk dalam bar-bar, tv, radio, internet dan berbagai media lainnya. Menjelang pertandingan NBA All-Stars, Minggu (15/2) waktu setempat, adu argumen makin memanas. Topiknya: apakah LeBron James sudah melampaui kehebatan Kobe Bryant?


Bryant, 30 tahun, merupakan Pemain Terbaik NBA musim lalu. Pemain Los Angeles Lakers ini menggondol tiga cincin juara NBA dan dijuluki "Pemain Terbaik di Planet." Sedangkan, James, 24 tahun, dijuluki "Chosen One" (Yang Terpilih) serta "King" (Raja). James tercatat membela Cleveland Cavaliers.

Persaingan Bryant dengan James akan kembali disorot pada pertandingan NBA All-Stars Minggu ini. Bryant bakal mewakili tim Wilayah Barat sementara James membela tim Wilayah Timur.

Dalam pertemuan terakhir mereka, Bryant tampil gemilang ketika membawa Lakers mengalahkan Cavaliers 101-91, Minggu lalu. Di pekan yang sama sebelum pertandingan melawan Cavaliers, Bryant mencetak rekor 61 poin di kandang New York Knicks, Madison Square Garden.

Namun James tidak mau kalah. Dua hari setelah Bryant mencetak rekor, James membukukan 52 poin di Madison Square Garden sekaligus mencetak triple-double (poin, assist, dan rebound dua digit) ke-21 sepanjang kariernya.

Lantas siapa yang terbaik di antara mereka? USA TODAY menanyakan itu kepada para general manager di NBA. Karena masalah ini dianggap sangat sensitif, USA TODAY memutuskan untuk tidak menyebutkan nama-nama responden.

Hasil dari jajak pendapat USA TODAY: 19 general manager enggan berkomentar, 12 orang menjagokan Bryant, dan tujuh lainnya mengunggulkan James.

Menanggapi jajak pendapat tersebut, Komisioner NBA David Stern menilai tidak adil jika hanya mengungkit duel Bryant melawan James. Pasalnya, lanjut Stern, NBA memiliki bakat-bakat lain seperti Tim Duncan, Kevin Garnett, Paul Pierce, Dwyane Wade, Chris Paul, dan Dwight Howard.

Apalagi, Stern mengatakan bahwa klub yang juara musim lalu adalah Boston Celtics, bukan Lakers yang dibela Bryant ataupun Cavaliers yang dimotori James. Karena itu, Stern menilai persaingan antara Bryant melawan James hanya merupakan cerita yang digembar-gemborkan media.

Sementara itu, menanggapi persaingan Bryant dengan James, analis dari ABC/ESPN Jeff van Gundy mengatakan, "IQ basket Kobe yang bagus, semangat bersaing, dan kemampuan bermainnya membuatnya tidak bisa dibantah lagi sebagai pemain terbaik. Akan tetapi, James lebih muda. Dan tidak ada yang mampu menyainginya di 44 menit pertama (tiga kuarter pertama)."

Tidak seperti saat Michael Jordan masih mendominasi, NBA saat ini tidak didominasi oleh satu bintang. James saat ini lebih muda dan ia dinilai belum mencapai permainan puncaknya. Sedangkan Bryant memiliki kemampuan yang membuatnya mampu membalikkan keadaan di empat menit terakhir pertandingan. Bryant mempunyai tembakan bebas yang lebih baik sehingga menjadi salah satu kelebihannya menjelang pertandingan usai.

"Ia sangat piawai memasukkan tembakan yang sangat sulit ketika pemain lawan memblokade, namun ia bisa melewati penjagaan dua pemain," ujar mantan pemain NBA yang menjadi analis TNT, Reggie Miller, mengenai Bryant.

Rabu, 17 Juni 2009

David Lee Balas Kunjungan King Kong ke Surabaya

Menyambut NBA Madness Perdana di Indonesia

Tahun lalu, Surabaya menjadi tuan rumah even resmi perdana NBA di Indonesia. Bulan Juni nanti, Surabaya juga menjadi tuan rumah even NBA Madness pertama di Indonesia.


Tahun lalu, even resmi pertama NBA di Indonesia diselenggarakan di Surabaya. Pada 23-24 Agustus 2008, top scorer Indiana Pacers, Danny Granger, tampil di DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya.
Dia hadir untuk kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL. Selain menyaksikan final Jawa Timur, dia juga memberi materi latihan kepada juara-juara kompetisi ini yang datang dari sepuluh provinsi di Indonesia.
Tahun ini, liga basket paling bergengsi di dunia itu kembali lagi ke Surabaya. Bukan hanya sekali, tapi dua kali!
Pada Juni nanti, Surabaya menjadi tuan rumah even NBA Madness pertama di Indonesia, dalam rangkaian Ulang Tahun Ke-60 Jawa Pos.
Untuk even basketball lifestyle kelas dunia yang interaktif tersebut, hadir bintang New York Knicks, David Lee. Dia tidak sendirian. Hadir pula Grizz, maskot tim Memphis Grizzlies, plus enam personel Miami Heat Dancers, dance team yang dalam empat tahun terakhir menjadi ’’juara’’ di NBA.
Selama empat akhir pekan, mulai 4 sampai 28 Juni, warga Surabaya (dan pengunjung dari kota-kota lain) bisa merasakan atmosfer NBA, yang sebelum ini hanya bisa dirasakan kalau menonton langsung pertandingan liga tersebut di Amerika Serikat.
Kemudian, pada pertengahan Agustus nanti, ada satu lagi bintang NBA yang datang. Namanya masih dirahasiakan. Tapi, pada dasarnya, dia melanjutkan apa yang dilakukan Danny Granger tahun lalu. Serius membantu perkembangan permainan basket dan memopulerkan basket di Indonesia.
Bersama dua asisten pelatih NBA (yang namanya juga masih kami simpan), pemain itu akan memberi materi latihan kepada bintang-bintang Honda DBL 2009 yang datang dari 15 provinsi.
Bedanya, kalau tahun lalu Granger hanya melatih sehari, kali ini programnya tiga sampai empat hari. Bukan sekadar klinik, even itu diberi titel Indonesia Development Camp 2009, organized by NBA and DBL.
Surabaya kota NBA? Surabaya pusat basket Indonesia? Jalan ke arah sana kini sudah terbuka…

***
Terus terang, menyelenggarakan even NBA bukanlah hal mudah. Bukan sekadar urusan komersial, melainkan urusan detailnya yang njelimet bin ribet.
Bagian paling mendebarkan? Menunggu kepastian siapa saja bintang yang akan datang. Apalagi, NBA Madness presented by Jawa Pos ini diselenggarakan pada bulan Juni. Pada saat yang sama, final NBA 2009 masih diselenggarakan. Sedangkan keputusan nama pemain sudah harus didapat sejak April, pada saat tim-tim masih sibuk menjalani akhir musim reguler.
Tahun lalu, kita cukup beruntung. Nama Danny Granger mungkin kurang familier bagi masyarakat umum. Tapi, bagi penggemar basket, dia itu sudah kondang.
Dan benar, sepulang dari Surabaya, karir Granger meroket. Dia meneken kontrak USD 64 juta untuk lima musim. Dia masuk lima besar pencetak poin terbanyak di NBA. Dia untuk kali pertama sukses masuk barisan All-Star. Dan sekarang, dia masuk kandidat anggota Team USA yang akan berlaga di Olimpiade London 2012.
Sukses Granger itu membuat pemilihan pemain untuk 2009 semakin sulit dilakukan. Ada beban, pemain yang datang nanti minimal harus setara dengan dia.
Terus terang, sangat banyak yang menelepon dan meng-e-mail Jawa Pos dan DBL, menanyakan siapa bintang yang akan datang tahun ini. Bukan hanya itu, mereka bahkan melakukan request, minta agar kami mendatangkan pemain-pemain favoritnya. Ada yang minta Kobe Bryant, ada yang minta LeBron James, atau Yao Ming.
Well, prosesnya tidak semudah itu. Pertama, para superstar punya tarif superstar pula. Jangan heran kalau ada yang minta lebih dari USD 250 ribu hanya untuk tampil selama sekitar enam jam.
Pemain yang ’’biasa-biasa’’ pun tidaklah murah. Ingat, ada 400-an pemain berlaga di NBA setiap tahunnya. Semua adalah ’’spesies’’ istimewa. Gaji rata-rata mereka per musim mendekati angka USD 5 juta (Rp 52,5 miliar). Karena dalam satu musim mereka bermain 82 kali (tidak termasuk playoff dan ekshibisi), bisa dibilang mereka rata-rata digaji sekitar Rp 750 juta hanya untuk sekali main!
Selain itu, image pemain sangat dipertimbangkan. Pernah kami mengusulkan satu atau dua nama, namun yang di Amerika berkeberatan karena pemain-pemain tersebut punya reputasi kurang oke.
Jadi, ketika beberapa kandidat nama muncul, kita harus memilih dengan baik. Kalau memilihnya tepat, didapatkanlah orang-orang seperti Danny Granger.

***
Sepanjang musim NBA 2008-2009 yang berakhir pertengahan April lalu, saya dan teman-teman DBL Indonesia –penyelenggara Honda DBL 2009 dan NBA Madness– terus mengamati para pemain liga paling bergengsi itu. Kami penasaran, siapa yang kira-kira bakal dikirim ke Surabaya nanti.
Terus terang, kami sempat mengusulkan beberapa nama kepada NBA. Request kami cukup realistis, yaitu para bintang yang punya potensi dahsyat. Bukan yang superstar. David Lee merupakan salah satunya.
Pemain ini masuk NBA pada 2005, sama seperti Danny Granger. Dia kulit putih, bukan kulit hitam seperti kebanyakan pemain liga tersebut. Ada beberapa alasan mengapa kami pikir pemain forward/center 206 cm itu cocok untuk ke Surabaya.
Salah satu alasannya: Dia berasal dari New York Knicks, salah satu tim paling kondang di NBA. Prestasi tim tersebut memang belum oke, tapi punya potensi kuat dengan manajemen baru yang dipimpin Donnie Walsh dan pelatih Mike D’Antoni.
Lee ini seperti Granger. Sejak 2005 terus menunjukkan progres. Pada musim 2008-2009 lalu, dia mencetak rata-rata 16 poin dan 11,7 rebound per game. Tampil 81 kali (hanya absen sekali sepanjang musim), Lee juga mencatat 65 kali double-double (lebih dari sepuluh poin dan sepuluh rebound dalam satu pertandingan). Itu terbanyak di NBA, mengalahkan superstar seperti Dwight Howard (center Orlando Magic yang double-double 63 kali).
Dalam sejarah Knicks sebelum ini, paling banyak double-double dalam semusim hanyalah 47 kali. Dan itu dilakukan pemain legendaris bernama Patrick Ewing.
Pernah, dalam satu pertandingan musim lalu, Lee mencetak 37 poin dan 21 rebound! Itu angka superstar.
Kebanyakan penggemar basket Indonesia mungkin menganggap Nate Robinson, si ’’mungil’’ (175 cm) juara slam dunk, sebagai pemain favorit di New York Knicks. Tapi kenyataannya, David Lee inilah yang sebenarnya pemain favorit di kota tersebut. Penggemar basket New York, yang dikenal paling kritis dan cerewet, suka sekali pada gaya dan kerja keras Lee.
Juli nanti, tepat setelah NBA Madness di Indonesia berakhir, Lee dan Robinson sama-sama harus meneken kontrak baru. Menurut perkembangan terakhir, Knicks tampaknya akan melepas Robinson. Sedangkan Lee akan diperpanjang kontraknya, dengan nilai mencapai USD 10 juta per musim. Pada musim lalu, gaji Lee ’’hanya’’ sekitar USD 1,7 juta.
Gosipnya, pemain terbaik di NBA saat ini, LeBron James, akan pindah ke New York pada 2010. Kalau jadi, Lee bakal menjadi salah seorang partner utamanya.

http://nbamadness.jawapos.co.id/index.php?act=newsdetail&no=22

Final NBA LAKERS DIAMBANG JUARA

Derek Fisher, pahlawan kemenangan Lakers
Derek Fisher, pahlawan kemenangan Lakers
Foto: getty images
Orlando, BOLANEWS/ap Meski bertindak sebagai tuan rumah di gim keempat final NBA, Jumat (12/6). Orlando Magic gagal memanfaatkan kesempatan bagus itu untuk merebut kemenangan. Tim tamu Los Angeles Lakers justru menang 99-91 dalam pertandingan perpanjangan waktu. Hasil itu membuat Lakers kini berada diambang juara.

Sepanjang dua kuarter awal, Magic tampil menawan dihadapan sekitar 17 ribu penonton di Amway Arena. Pada kuarter pertama tuan rumah mampu mencetak 24 poin sedangkan Lakers mengumpulkan 20 poin. Dominasi Magic semakin terlihat pada kuarter kedua. Dwight Howard cs terus memperlebar jarak dengan menutup babak pertama 49-37.

Tampil perkasa di kuarter satu dan dua tidak mampu dipertahankan Magic saat memasuki kuarter ketiga. Anak asuhan pelatih Stan van Gundy itu hanya mampu menambah 14 poin sementara Lakers mendulang 30 poin.

Kuarter keempat menjadi puncak dari pernampilan kedua tim. Sepanjang 12 menit terakhir itu Magic dan Lakers bergantian mencetak poin. Hingga akhir laga kedudukan sama kuat 87-87. Hasil ini membuat pertandingan harus melewati masa over time.

Selama perpanjangan waktu Lakers mampu mengunci permainan Magic. Defense ketat Lakers akhirnya hanya membuat Magic menambah empat poin sedangkan Lakers menghasilkan 12 poin. Lakers akhirnya menang 99-91 sekaligus memimpin 3-1. Pasukan Phil Jackson itu hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan titel juara NBA musim ini.

Kobe Bryant pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik Lakers. Ia mencetak 32 poin selama 48 menit dilapangan. Namun, pahlawan kemenangan Lakers sebenarnya adalah Derek Fisher. Berkat tembakan tiga angka Fisher disisa waktu 4,6 detik guna memaksa pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Secara keseluruhan Fisher hanya mencetak 12 poin. Center Pau Gasol dan forward Trevor Ariza masing-masing mencetak 16 poin.

Penyumbang angka tertinggi bagi Magic bersumber dari Hedo Turkoglu dengan 25 poin, Howard dengan 16 poin dan Mickael Pietrus mencetak 15 poin.
http://www.bolanews.com/edisi-cetak/basket.htm

MEKANISME PENDORONG RESERVOIR

Terjadinya gerakan atau aliran minyak/gas kedalam lubang bor disebabkan karena adanya tenaga dorong dari dalam reservoir. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh satu atau kombinasi dari beberapa macam jenis tenaga pendorong yang ada.
Fase awal dari produksi ini disebut fase produksi primer (primary production). Mekanisme pendorong reservoir ini dibagi empat : Dissolved/Solution Gas Drive, Gas Cap Drive, Water Drive dan Combination Drive.

1. Solution/Dissolved Gas Drive
Solution/Dissolved Gas Drive dapat terjadi bila hidrokarbon yang berwujud cairan ketika dalam reservoir berubah menjadi gas sewaktu di produksi. Gas yang terbentuk ini akan mendorong minyak kedalam lubang bor. Pada mekanisme ini tekanan reservoir akan turun drastis, sehingga pompa ataupun alat pembantu lainnya harus digunakan pada tahap awal produksi. Minyak yang dapat diambil dari reservoir (oil recovery) dengan mekanisme ini adalah 5 – 30%.

2. Gas-Cap Drive
Gas-Cap drive terjadi bila terdapat gas cap diatas minyak dalam reservoir. Penurunan tekanan menyebabkan berkembangnya gas cap yang mendorong minyak kedalam lubang bor. Penampilan reservoir dalam gas-cap drivehampir sama dengan pada dissolved-gas drive, hanya turunnya tekanan tidak drastis karena adanya gas cap yang menghasilkan sejumlah energi. Oil recovery 20-40%.

3. Water Drive
Air dalam reservoir biasanya berada dibawah tekanan fluida yang sebanding dengan kedalaman dibawah permukaan tanah. Makin dalam letak air itu, makin tinggi tekanannya. Water drive terjadi bila terdapat air dalam jumlah banyak pada reservoir yang dapat mendorong minyak kedalam lubang sumur. Air langsung akan mengisi ruang yang ditinggalkan minyak. Tekanan dalam reservoir akan tetap tinggi selama penggantian minyak dengan air terjadi dalam jumlah yang sama. Oil recovery dapat mencapai 50%.

4. Combination Drive
Combination drive adalah mekanisme pendorong yang mempunyai satu atau lebih untuk mendorong fluida minyak ke lubang bor, antara lain Gas-cap drive dengan water drive.

Kandungan Crude Oil

OILFIELD PROCESSING (CRUDE OIL)


Crude oil merupakan campuran yang kompleks, terdiri dari banyak senyawa kimia, sehingga lebih sering digambarkan dengan karakteristik keseluruhan atau rata-rata, misalnya densitas (oAPI), kurva distilasi (rentang titik didih), dan lainnya, dibandingkan dengan fraksi mol atau fraksi berat masing-masing komponennya.

Komponen crude oil bervariasi, sangat lebar. Mulai dari minyak berat (mendekati padatan) yang tenggelam dalam air hingga material yang penampilannya menyerupai minyak tanah atau bensin. Lebarnya rentang variasi ini menyebabkan proses pengolahannya pun lebih kompleks.

Crude oil dari kepala sumur umumnya mengandung air terproduksi. Crude oil merupakan emulsi, yaitu adanya tetesan air terproduksi yang terdispersi dalam fasa crude oil walaupun sudah melewati tahap oilfield processing. Air terproduksi menyebabkan kelebihan pressure drop pada pipa (gathering line) dan korosi pada peralatan proses yang terbuat dari baja karbon. Air terproduksi juga meningkatkan biaya pengaliran minyak akitbat meningkatnya pressure drop dan korosi. Air terproduksi mesti dipisahkan dari crude oil.

Komponen utama crude oil adalah hidrokarbon. Crude oil juga mengandung komponen-komponen lain, yaitu sulfur, nitrogen, oksigen, dan logam. Selain itu crude oil mengandung partikel koloid, basic sediment and water (BS & W), dan padatan.

Kandungan crude oil sebagai berikut :

· Hidrokarbon : parafin (rantai lurus dan rantai bercabang), nafta (alkil siklopentana dan alkil sikloheksana), dan aromatik (alkil benzena, nafta fluor aromatik, dan polinuklir aromatik).

· Gas terlarut : nitrogen dan karbon dioksida

· Senyawa sulfur : hidrogen sulfida dan merkaptan

· Senyawa nitrogen organik

· Senyawa oksigen organik

· Senyawa logam organik

· Partikel koloid : aspal, resin, dan wax

· Air (BS & W) : tawar atau asin

· Padatan : pasir, kerak dari pipa, pengotor, dan hasil korosi

Hidrokarbon

Ada tiga kelompok hidrokarbon, yaitu parafin, nafta, dan aromatik. Hampir semua senyawa dalam crude oil terdiri dari tiga kelompok ini, baik sendiri maupun kombinasi.

Parafin berantai lurus (normal parafin) dari C1 hingga C33 ditemukan berada dalam crude oil. Wax merupakan alkana dengan jumlah atom C 16 hingga 20. Hidrokarbon berantai cabang ditemukan di dalam gas dan fraksi bensin (yaitu jumlah atom C 4 hingga 10).

Anggota utama nafta adalah siklopentana dan sikloheksana.

Hidrokarbon aromatik merupakan senyawa benzena dan turunannya. Senyawa aromatik memiliki nomor oktan tinggi, tetapi menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Benzena merupakan senyawa karsinogen. Aromatik memiliki smoke point rendah.


Senyawa Sulfur

Senyawa sulfur terdapat di dalam crude oil, walaupun beberapa jenis crude oil kandungan senyawa sulfurnya rendah. Senyawa sulfur dalam crude oil terdiri dari H2S, merkaptan (alifatik dan aromatik), sulfida (alifatik dan siklik), disulfida (alifatik dan aromatik), polisulfida, thiopene dan homolog. Senyawa sulfur merupakan senyawa “beracun” bagi katalis proses pengilangan dan peralatan pengilangan. Senyawa sulfur teroksidasi menjadi sulfur dioksida, senyawa polutan di udara ambien. Crude oil dengan kandungan sulfur tinggi mahal untuk diproses. Masalah utama adalah mencapai batas sulfur pada produk pengilangan dan sesuai dengan peraturan di bidang lingkungan.

Crude oil disebut sour jika memiliki kandungan H2S dengan konsentrasi lebih dari 3.700 ppmv. H2S tergolong senyawa toksik. Senyawa sulfur volatil seperti H2S dan merkaptan yang memiliki Mr rendah disisihkan di oilfield processing.


Senyawa Nitrogen

Senyawa nitrogen terdapat dalam crude oil dalam konsentrasi yang relatif rendah, umumnya kurang dari 0,1 persen-berat sebagai N2. Senyawa nitrogen yang mungkin terdapat dalam crude oil adalah piridin, kuinolin, isokuinolin, akridin, pirol, indol, karbazol, dan porfirin. Senyawa nitrogen meracuni katalis pada proses pengilangan.


Senyawa Oksigen

Senyawa oksigen yang terdapat dalam crude oil dapat bersifat asam dan tidak asam. Senyawa oksigen yang bersifat asam adalah asam karboksilat (lurus dan bercabang), asam naftenat (monosiklik, bisiklik, dan polinuklir), asam aromatik (dasar, binuklir, dan polinuklir), fenol, dan kresol. Senyawa oksigen yang tidak bersifat asam adalah ester, amida, keton, benzofuran, dan dibenzofuran. Sebagian besar senyawa oksigen adalah asam organik yang dapat disisihkan dengan netralisasi.


Senyawa Logam

Ada dua kelompok senyawa logam yang terdapat dalam crude oil. Kelompok pertama adalah logam ringan dengan kandungan utama natrium, disusul kalsium dan magnesium. Kelompok kedua adalah logam yang lebih berat, yaitu vanadium, nikel, kobal, dan besi. Vanadium dan nikel meracuni katalis pada proses catalytic cracking, menyebabkan peningkatan pembentukan coke dan hidrogen.


Partikulat

Crude oil lebih tepat dipandang sebagai sistem koloid daripada larutan homogen. Partikel padatan yang tersuspensi adalah aspal dan resin. Aspal mengandung senyawa polisiklik yang tidak larut dalam pelarut parafin (seperti n-pentana), tetapi larut dalam pelarut aromatik. Normal parafin memflokulasi aspal dari crude oil. Sedangkan resin mengandung senyawa poliksiklik yang tidak larut dalam crude oil, tetapi larut dalam n-parafin; resin tidak terflokulasi.

Partikel aspal lebih besar daripada resin (10-35 nm), biasanya mengandung senyawa oksigen dan sulfur, garam organik dan anorganik, dan porfirin (juga logam). Partikel resin lebih kecil (<10>

Aspal dan resin menggumpal baik sendiri maupun bersama-sama menjadi partikel koloid (sekitar 1 ┬Ám). Aspal dan resin berpengaruh terhadap kestabilan emulsi di oilfield processing. Keduanya juga dapat menyebabkan foaming.


Wax

Wax merupakan n-parafin dengan C16 hingga C20. Titik lelehnya di atas suhu kamar. Wax murni merupakan padatan putih, tetapi dapat juga berupa pasta, bergantung pada komposisi atau keberadaan liquid oil. Endapan wax menyebabkan pressure drop berlebih pada pipa (flow line). Jika wax mengkristal pada flow line, pipa dapat tersumbat sehingga aliran fluida tidak lancar. Faktor yang dapat menyebabkan endapan wax antara lain rendahnya temperatur crude oil. Fenomena ini dapat diprediksi dengan tes pour-point (ANSI/ASTM D 97).


NORM

NORM merupakan singkatan dari naturally occuring radioactive materials. Uranium dan thorium terdapat pada batuan dan tanah di kulit bumi. Sumber utama NORM adalah U-238. Air bawah tanah dapat melarutkan garam radium (misalnya RaCl2) dan membawanya ke permukaan. “Induk” radium adalah U-238 dan Th-232 yang kelarutan dalam airnya rendah sehingga tertinggal di formasi.

Radium terpresipitasi dengan barium dan strontium sulfat membentuk kerak (scale). Kerak radioaktif dapat mengkontaminasi downhole tubing, peralatan proses di permukaan, dan peralatan transpor, termasuk sludge dari pigging. Peralatan yang juga terkontaminasi adalah sludge pit, filter, peralatan injeksi air terproduksi, dan lainnya.


Arsen dan Raksa

Arsen dan raksa merupakan dua unsur yang dapat menyebabkan masalah pada industri gas. Keduanya dapat menyebabkan korosi dan teracuninya katalis.


Sumber : Oilfield Processing, Volume Two : Crude Oil, Francis S. Manning and Richard E. Thompson, Pennwell Books, Oklahoma, 1995

Selasa, 16 Juni 2009

Unique group headlines this year's point guard draft class

While most pundits agree that the 2009 NBA Draft is fairly shallow in terms of star-power and overall depth, that certainly does not apply to this year's point guard class. As many as 13 point guards could get drafted in the first round, which would easily shatter the record. The most PGs taken up until this year was seven, in 2006.

What makes this group unique is how closely clustered together they are in terms of their draft stock more than any other year, beauty is in the eye of the beholder, and each organization will likely target the type of point guard that best fits their system, existing personnel and overall philosophy.

With that in mind, let's look at the different types of point guards we have in this year's draft, in terms of the most attractive attribute they bring to the table.

Best Shot-Maker: Stephen Curry

The difference between a great shooter and a great shot-maker lies in a player's ability to go out and get his own shot. That's precisely what separates the great college scorers (see J.J. Redick, Adam Morrison) from the best pro prospects.

Unlike almost any other player in this draft, Stephen Curry might find it a lot easier getting his shot off in the NBA compared with his experience in college. The spacing is better, his teammates will actually pose a threat to opposing defenses, he won't be forced to deal with double and triple teams on every possession, and he might actually get a chance to set his feet for a jumper once in a while.

The experience Curry went through in college will make him a much better player in the NBA, where his shot-making ability and all-around feel for the game will make him a very valuable commodity.

Comparison: Mike Bibby

Best Court Vision: Ricky Rubio

Playing in a league where stat-keepers are far stingier handing out assists than on this side of the ocean, Ricky Rubio regardless found a way to lead all players in this draft by a huge margin in assists per-minute.

Watching him play, you regularly see him thread the needle on incredible passes from impossible angles, and do so without the slightest hint of indecision. Sometimes it leads to turnovers, but more often than not, he makes his teammates much better than they actually are by finding them right underneath the rim for easy buckets.

That alone will make him a very popular figure in his team's locker room right off the bat, and should ease his transition to the NBA significantly.

Comparison: Steve Nash

Unique group headlines this year's point guard draft class

While most pundits agree that the 2009 NBA Draft is fairly shallow in terms of star-power and overall depth, that certainly does not apply to this year's point guard class. As many as 13 point guards could get drafted in the first round, which would easily shatter the record. The most PGs taken up until this year was seven, in 2006.

What makes this group unique is how closely clustered together they are in terms of their draft stock more than any other year, beauty is in the eye of the beholder, and each organization will likely target the type of point guard that best fits their system, existing personnel and overall philosophy.

With that in mind, let's look at the different types of point guards we have in this year's draft, in terms of the most attractive attribute they bring to the table.

Best Shot-Maker: Stephen Curry

The difference between a great shooter and a great shot-maker lies in a player's ability to go out and get his own shot. That's precisely what separates the great college scorers (see J.J. Redick, Adam Morrison) from the best pro prospects.

Unlike almost any other player in this draft, Stephen Curry might find it a lot easier getting his shot off in the NBA compared with his experience in college. The spacing is better, his teammates will actually pose a threat to opposing defenses, he won't be forced to deal with double and triple teams on every possession, and he might actually get a chance to set his feet for a jumper once in a while.

The experience Curry went through in college will make him a much better player in the NBA, where his shot-making ability and all-around feel for the game will make him a very valuable commodity.

Comparison: Mike Bibby

Best Court Vision: Ricky Rubio

Playing in a league where stat-keepers are far stingier handing out assists than on this side of the ocean, Ricky Rubio regardless found a way to lead all players in this draft by a huge margin in assists per-minute.

Watching him play, you regularly see him thread the needle on incredible passes from impossible angles, and do so without the slightest hint of indecision. Sometimes it leads to turnovers, but more often than not, he makes his teammates much better than they actually are by finding them right underneath the rim for easy buckets.

That alone will make him a very popular figure in his team's locker room right off the bat, and should ease his transition to the NBA significantly.

Comparison: Steve Nash

Untuk Howard, yang Finals kekecewaan dan panas kerja ke depan


ORLANDO -- Dwight Howard sat on the bench, a sullen, 7-foot hulk, as the Lakers celebrated winning the 'ship on his floor. He asked his boy and 2004 draftmate Jameer Nelson to stay on the court with him to seethe in disappointment.

"See how they're celebrating, and it should motivate us to want to get in the gym, want to get better, just to see those guys celebrating," Howard said. "It's like what I told Jameer, we was right there at our goal."

Howard played, perhaps, his worst game of the Playoffs on Sunday night, a non-descript, non-impact 11-point, 10-rebound game in which he was rendered basically invisible for the entire second half. But that's the best thing that could have happened to D12 going into the summer. Get embarrassed, get criticized, get upset and get better. Like he told Nelson, they were right there at their goal. But at the end of the day, Howard was lacking.

I don't think it's a stretch to call Howard one of the more enigmatic ball players in the game, especially in that group of superstars that are supposed Real Franchise Players. Other than LeBron James, he is the game's most dynamic force. He owns the paint. If the ball caroms off the rim and Dwight is anywhere in its vicinity, he's swallowing it up. If a guard has the cajones to fly into the paint, he cowers a little the first time he sees the big dude. When Howard is on and balling -- like the 40 and 14 in the Cleveland-clincher, or even his 21-rebound, nine block effort in Game 4 of this series -- he exhibits a dynamism that's almost jarring.

What is sometimes lost in his gaudy numbers and masked by his magnetic personality is that, on a fundamental level, Howard is not a great basketball player. And it's all because he can't dominate on the offensive end of the floor. He's a beast down there, but he's not a tactician. Yet. After Dwight abused the Zydrunas Ilgauskas statue in Game 1 of the Cleveland series, his coach Stan Van Gundy made an observation about Orlando being able to run the offense through Dwight, as in "well that's not something we normally do, but he was actually making good decisions tonight."

That's the realm where Dwight currently resides. You never heard anyone say that Howard is picking a team apart. Boston's Kendrick Perkins and the L.A. big men really unveiled what has been apparent to anyone who has paid attention -- that if Howard isn't catching an oop or throwing down a putback dunk, he is severely limited. His jump-hook -- where he basically throws the ball at the rim, like he did for his "Superman Dunk" -- forces blood from eyes. He's still not a "Dump It Down" big man. Can you imagine how infinitely more dangerous Orlando could be if, for long stretches of the game, the Magic could dump the ball down to Dwight and let him go to work?

"What did he average, 17 points, 17 rebounds, five blocked shots?" asked Kobe. "Those are just ridiculous numbers. He's just a phenomenal player."

But did he give the Magic what they needed? Not enough. And Howard realizes this. Aside from getting a turnaround or a drop-step and other moves that I seriously hope he and Patrick Ewing will be working on this summer, the young man has to keep maturing.

At the beginning of the Finals, Kobe said that the most misunderstood notion about Howard is that he's not serious. This came after he called him a "goof ball." But it's not just that he's silly. He has a childish temperament, too. That's why he was near the top of the league in technical fouls.

He talked about his need to keep growing after the Lakers won Sunday night.

"Well, I can't get frustrated. I think this series, a lot of things didn't go my way, and I got a little frustrated, and I think that's one of the biggest areas that I can improve on," he admitted. "I know my game will continue to get better because I'm an extremely hard worker. I work on my game every day. So I'm not worried about that part. Just mentally, just being able to stay in the moment, staying in the game, bad calls or not touching the ball, the ball is not going in when you shoot it. Some of that stuff is frustrating at times."

Losing at home -- partly thanks to him not stepping up as needed -- is probably exactly what Dwight needs to keep tapping into what might be bottomless potential. Earlier in the Playoffs he said he thinks he's about 20 percent of the player he can be. Based on the reflective, serious tone of his postgame press conference, it looks like he has all the motivation he needs to get after that remaining 80 percent this summer.

"Next year we've got to be even hungrier to want to be champions," he said. "It does hurt, but I'd rather sit there and watch it than go in the locker room and feel sorry for myself. It hurts. It hurts a lot. But you can learn a lot from losing. Sometimes you've got to lose to win."

BLOW OUT PREVENTER




Fungsi utama dari sistem pencegahan semburan liar (BOP System) adalah untuk menutup lubang bor ketika terjadi “kick”. Blowout terjadi karena masuknya aliran fluida formasi yang tak terkendalikan ke permukaan. Blowout biasanya diawali dengan adanya “kick” yang merupakan suatu intrusi fluida formasi bertekanan tinggi kedalam lubang bor. Intrusi ini dapat berkembang menjadi blowout bila tidak segera diatasi.
Rangkaian peralatan sistem pencegahan semburan liar (BOP System) terdiri dari dua sub komponen utama yaitu Rangkaian BOP Stack, Accumulator dan Sistem Penunjang.1. Rangkaian BOP Stack.



Rangkaian BOP Stack ditempatkan pada kepala casing atau kepala sumur langsung dibawah rotary table pada lantai bor.
Rangkaian BOP Stack terdiri dari peralatan sebagai berikut :

• Annular Preventer.
Ditempat paling atas dari susunan BOP Stack. Annular preventer berisi rubber packing element yang dapat menutup lubang annulus baik lubang dalam keadaan kosong ataupun ada rangkaian pipa bor.
• Ram Preventer.
Ram preventer hanya dapat menutup lubang annulus untuk ukuran pipa tertentu, atau pada keadaan tidak ada pipa bor dalam lubang.

Terbentuknya Reservoir Migas

Minyak dan gas bumi trebentukdari binatang-binatang purba yang tertimbun dalam tanah yang kemudian terendapkan baik pada lingkungan pengendapan darat, laut maupun transisi. Seiring dengan perjalanan waktu sisa-sisa binatang purba tersebut akan menjadi proses pematangan menjadi migas dalam batuan induk, kemudian akan bermigrasi sampai terperangkap ke dalamsuatu sistem reservoir dan terakumulasi disana.


Dalam mendapatkan tempat terakumulasinya migas dibawah permukaan, kita harus mencari struktur antiklin dari lapisan / cekungan suatu wilayah/ daerah.

Anticlinal Theory (Teori Antiklin) : Teori tentang akumulasi minyak, gas , dan air pada lapisan cembung dalam tatanan tertentu (air paling bawah) asalkan strukturnya mengandung batuan reservoir, yang berhubungan baik dengan batuan induk, dan ditutupi dengan batuan tudung.

Anticlinal Trap (Perangkap Antiklin) : Lapisan dalam struktur antiklin tempat akumulasi hidrokarbon.

Anticline (Antiklin) : Konfigurasi geologis yang lapisan-lapisan batuan sedimennya terlipat dan membentuk struktur yang cembung. ( faris )

INDONESIA PEMBAJAK SOFTWARE NO 12 DI DUNIA!!!

Berdasarkan studi keenam IDC bertajuk Global Software Piracy Study (GSPS) 2008, Indonesia masih bertengger di peringkat yang sama, yakni urutan 12 dari 110 negara obyek penelitian IDC. Persentase tingkat pembajakan software di Indonesia mencapai 85 persen.

Dibandingkan tahun 2007, pada 2008, tingkat pembajakan software di Tanah Air meningkat satu persen dari 84 persen. Dari angka tersebut, diestimasi angka kerugian (estimated potential lost revenue) akibat pembajakan software di Indonesia mencapai US$ 544 juta, naik 32 persen dibandingkan pada studi GSPS 2007, yakni US$ 411.
Menurut perwakilan dan juru bicara BSA di Indonesia, Donny A Syehoputra, hasil studi IDC di Indonesia tersebut disebabkan belum optimalnya upaya legalisasi software oleh pemerintah maupun vendor software.

“Memang, secara kualitas penegakan hukum terkait pembajakan software sudah lebih baik pada 2008. Tapi, kendati pemerintah sibuk sosialisasi dan edukasi software berlisensi ke sana ke sini, bila tidak dibarengi dengan upaya legalisasi software, percuma saja,” kata Donny di Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa 12 Mei 2009.

Dia menjelaskan, upaya legalisasi dapat ditempuh dengan berbagai cara. Misalnya, vendor software menyediakan pilihan sistem prabayar atau sistem sewa bagi mitranya. Cara lain, bisa dengan menukar software bajakan dengan software asli dengan metode tukar tambah. Menurut Donny, caranya bisa beragam tergantung kebijakan masing-masing vendor software.

“Upaya legalisasi yang dibuat oleh Tim Nasional HaKI yang dimulai awal tahun ini mudah-mudahan bisa menekan tingkat pembajakan di Indonesia menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Donny.

Pernyataan Donny tersebut senada dengan yang disampaikan CEO sebuah pengembang software lokal, Zahir Internasional, Muhammad Ismail Thalib. Ia mengatakan, bila pertumbuhan penjualan PC dan notebook tidak didukung dengan kesadaran untuk menggunakan software berlisensi, hal itu akan sia-sia.

“Software bajakan yang murah, diperburuk dengan akses pembeli yang semakin beragam, akan mempersulit Indonesia memperoleh peringkat lebih baik. Bila internet sudah bisa dijangkau di daerah rural, persentase pembajakan saya kira akan tetap buruk. Karena itu, perlu ada kerja sama dengan banyak pihak, terutama penegak hukum,” jelasnya.

Senin, 15 Juni 2009

76ers Guard Ivey opsi penurunan


Posted Jun 15 2009 7:35PM Dikirim 15 Jun 2009 7:35

PHILADELPHIA (AP) -- Philadelphia 76ers guard Royal Ivey has declined his player option for the 2009-10 season and has become an unrestricted free agent. PHILADELPHIA (AP) - Philadelphia 76ers menjaga Royal Ivey player nya telah menolak opsi untuk musim 2009-10 dan telah menjadi salah satu agen los gratis.


Ivey played 71 games in his only season for the Sixers. Ivey diputar di 71 games musim hanya untuk sixers. He averaged 3.0 points and 1.1 rebounds and had 36 steals. Dia rata-rata 3,0 poin dan 1,1 rebounds dan telah mencuri 36.

read more www.nba.com

Yordania, Stockton utama Hall of Fame finalis untuk 2009

Springfield, Ma. -- Among the 16 Finalists for election into the Naismith Memorial Basketball Hall of Fame Class of 2009 are five-time MVP Michael Jordan, who led the Chicago Bulls to six NBA titles; David Robinson, who led the San Antonio Spurs to two NBA championships; John Stockton, the Utah Jazz standout and all-time assists leader; Jazz coach Jerry Sloan, one of only six coaches with 1,000 NBA victories; legendary high school coach Bob Hurley of St. Anthony's in Jersey City, NJ; collegiate coach C. Vivian Stringer, a member of the Women's Basketball Hall of Fame; and Cynthia Cooper, who helped the Houston Comets win four WNBA titles. - Di antara 16 finalis untuk pemilu ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame Class of 2009 adalah lima waktu MVP Michael Jordan, yang memimpin Chicago Bulls NBA untuk enam judul; David Robinson, yang memimpin San Antonio Spurs ke dua NBA championships ; John Stockton, Utah Jazz yang menonjol dan semua-waktu membantu pemimpin; pelatih Jazz Jerry Sloan, salah satu dari hanya enam coaches 1000 NBA dengan kemenangan; legendaris SMA pelatih Bob Hurley dari St Anthony dalam Jersey City, NJ; berkenaan dgn perguruan tinggi pelatih C. Vivian Stringer, seorang anggota dari Wanita Bola Basket Hall of Fame dan Cynthia Cooper, yang membantu Houston Comets memenangkan empat WNBA judul. The announcement was made today in Phoenix in conjunction with the NBA All-Star 2009 festivities. Pengumuman dilakukan hari ini di Phoenix bersama dengan NBA All-Star 2009 acara-acara.

The complete list includes 10 candidates from the North American Screening Committee -- players Dennis Johnson, Jordan, Bernard King, Chris Mullin, Robinson and Stockton and Coaches Hurley, Don Nelson and Sloan and Contributor Al Attles. Daftar lengkap termasuk 10 calon dari Amerika Utara Skrining Komite - pemain Dennis Johnson, Yordania, Bernard King, Chris Mullin, Robinson dan Stockton dan Coaches Hurley, Don Nelson dan Sloan Kontributor dan Al Attles. Two candidates each comprise Finalists from the Women's Screening Committee -- Cooper and Coach Stringer-- and International Screening Committee -- coach Vladimir Kondrashin and Brazilian Legend Maciel "Ubiratan" Pereira, with Legends Richard Guerin and Johnny "Red" Kerr representing the nominees from the Veteran's Screening Committee. Dua calon masing-masing terdiri dari finalis Wanita Skrining Komite - Cooper dan Coach Stringer - dan International Skrining Komite - Vladimir Kondrashin dan pelatih Brasil Legenda Maciel "Ubiratan" Pereira, dengan Legends Richard Guerin dan Johnny "Red" Kerr mewakili dari nominees Veteran's the Skrining Komite.

Jordan, Robinson, Stockton, Sloan and Cooper are Finalists in their first year of consideration by their respective Screening Committees. Yordania, Robinson, Stockton, Sloan dan Cooper adalah finalis di tahun pertama pertimbangan oleh masing-masing Komite Skrining. Stringer, Kondrashin and Attles are first-time Finalists who have previously been reviewed by Screening Committees. Stringer, Kondrashin dan Attles yang pertama kali finalis yang sebelumnya telah diperiksa oleh Komite Skrining. Hurley, Nelson, Johnson, Mullin, King, Ubiratan, Guerin and Kerr have been named Finalists in prior years. Hurley, Nelson, Johnson, Mullin, Raja, Ubiratan, Guerin dan Kerr telah bernama finalis di tahun sebelumnya.

The Class of 2009 will be announced on Monday, April 6 at a news conference in Detroit prior to the NCAA's Men's Championship game. Class of 2009 yang akan diumumkan pada Senin, April 6 pada konferensi berita di Detroit sebelum's NCAA Men's Championship game. A Finalist needs 18 of 24 votes from the Honors Committee for election into the Naismith Memorial Basketball Hall of Fame. Kebutuhan finalis 18 dari 24 suara dari Honors Komite untuk pemilu ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame. The Class of 2009 will be enshrined during festivities in Springfield, MA September 10-12. Class of 2009 yang akan diabadikan selama acara-acara di Springfield, MA September 10/12. Tickets to the 2009 Enshrinement Gala and Induction Celebration are available by calling the Hall of Fame at (413) 781-6500. Tiket ke 2009 percandian Gala dan induksi Celebration tersedia di panggil oleh Hall of Fame di (413) 781-6500.

NORTH AMERICAN COMMITTEE FINALISTS NORTH AMERICAN KOMITE finalis

AL ATTLES -- Contributor, has contributed over 49 consecutive years of service to the Golden State Warriors as a player, player-coach, coach, general manager, vice president and consultant. AL ATTLES - Kontributor, telah memberikan kontribusi lebih dari 49 tahun pelayanan kepada Golden State Warriors sebagai pemain, pelatih-pemain, pelatih, general manager, Vice President dan konsultan. He led the Warriors to the most wins in Team history and led them to the 1975 NBA Championship. Dia memimpin Warriors yang paling dalam memenangkan Team sejarah dan dipimpin kepada NBA Championship 1975. Currently, Attles serves as the Vice President / Assistant General Manager of the Warriors, a position he has held since 1987. Saat ini, Attles menjabat sebagai Vice President / Asisten Manajer Umum dari Warriors, posisi dia telah berlangsung sejak 1987.

ROBERT "Bob" HURLEY, Sr. -- Coach, has spent his entire life in New Jersey, born in Jersey City and playing college ball at St. Peter's before becoming the head coach at St. Anthony's High School in Jersey City in 1972. ROBERT "Bob" Hurley, Sr - Coach, ia telah menghabiskan seluruh hidup di New Jersey, lahir di Kota jersey dan bermain bola di sekolah Santo Petrus sebelum menjadi pelatih kepala di St Anthony's High School di Kota Jersey pada tahun 1972. Hurley has since compiled over 900 wins at St. Anthony's while leading the team to 25 State Parochial Championships and three USA Today National Championships (1989, 1996, 2008). Hurley telah dikompilasi memenangkan lebih dari 900 di St Anthony's sementara memimpin tim dengan 25 Negara terbatas Championships dan tiga USA Today Nasional Championships (1989, 1996, 2008). His legendary selflessness and dedication to St. Anthony's and high school basketball is evidenced by all but one of his players in 36 years of coaching going on to college, including 100+ players receiving college scholarships and five becoming NBA first-round draft picks. Nya selflessness legendaris dan dedikasi ke St Anthony's basket dan sekolah tinggi adalah dibuktikan oleh semua kecuali salah seorang pemain dalam 36 tahun ke coaching terjadi pada perguruan tinggi, termasuk 100 + pemain menerima beasiswa kuliah dan menjadi lima ronde pertama NBA draft picks. Hurley was twice named National Coach of the Year by USA Today (1989, 1996), was elected to the New Jersey Sports Hall of Fame in 2000 and, if elected to the Basketball Hall of Fame, will become only the third person elected exclusively for their service to high school basketball (Morgan Wootten, Bertha Teague). Hurley telah dua kali bernama Nasional Coach of the Year oleh USA Today (1989, 1996), terpilih ke New Jersey Sports Hall of Fame pada tahun 2000, dan jika terpilih ke Basketball Hall of Fame, hanya akan menjadi orang ketiga yang dipilih secara khusus untuk layanan mereka ke sekolah tinggi basket (Morgan Wootten, Bertha Teague).

DENNIS JOHNSON -- Player, was one of basketball's toughest defenders earning nine consecutive NBA All Defensive Team honors during his 14 year professional career. Dennis Johnson - Player, bola basket merupakan salah satu dari sembilan toughest pembela yang berturut-turut Semua NBA Defensive Team pujian selama 14 tahun karir profesional. He was part of three NBA Championship Teams and won MVP honors during the 1979 NBA Finals. Dia adalah bagian dari tiga NBA Championship Tim dan memenangkan MVP pujian selama 1979 NBA Finals. "DJ" was also named to five NBA All-Star Teams while scoring more that 15,000 points and compiling 5,000 assists before retiring in 1990. "DJ" juga bernama ke lima NBA All-Star Tim sedangkan angka yang lebih 15.000 poin dan membantu kompilasi 5000 sebelum pensiun pada tahun 1990.

MICHAEL JORDAN -- Player, is one of the most recognized figures in the sporting world. Michael Jordan - Player, adalah salah satu tokoh yang paling dikenal dalam dunia olahraga. Jordan was a unanimous collegiate All-American twice (1983, 1984) at the University of North Carolina where he won an NCAA Championship and received both Naismith and Wooden Award Honors. Yordania adalah berkenaan dgn perguruan Semua seia-Amerika dua kali (1983, 1984) di University of North Carolina di mana dia memenangkan NCAA Championship dan diterima baik Naismith dan Kayu Honors Award. He went on to a storied NBA career with the Chicago Bulls and Washington Wizards where he was named a 14-time NBA All-Star, five-time NBA MVP, six-time NBA Finals MVP, multiple All-NBA First Team honors while winning six NBA Championships. Ia pergi ke sebuah karir NBA terkenal dengan Chicago Bulls dan Washington Wizards di mana dia yang bernama 14-kali All-Star NBA, lima kali MVP NBA, enam kali NBA Finals MVP, beberapa Pertama NBA All-Tim pujian sementara unggul enam NBA Championships. Jordan was also named NBA Defensive Player of the Year (1988) and was a nine-time member of the NBA All-Defensive First Team. Yordania juga bernama NBA Defensive Player of the Year (1988) dan merupakan waktu sembilan anggota dari NBA All-Defensive First Team. The NBA's Rookie of the Year in 1985, Jordan was also named to the NBA's 50th Anniversary Team and won two Olympic Gold Medals including one with the original "Dream Team" in 1992. The NBA's Rookie of the Year pada tahun 1985, Yordania juga bernama ke NBA dari Tim 50. Festival dan memenangkan dua Olympic Gold Medals termasuk salah satu dengan yang asli "Dream Team" pada tahun 1992.

BERNARD KING -- Player, spent 15 seasons in the NBA where he would be named to four NBA All-Star Teams and two All-NBA First Teams while averaging 22.5 points per game. Bernard King - Player, menghabiskan 15 musim di NBA di mana dia akan bernama ke empat NBA All-Star dan dua Semua Tim-Tim NBA Pertama sedangkan rata-rata 22,5 poin per game. A prolific scorer, King was a collegiate All-American at the University of Tennessee and went on to be named to the NBA All-Rookie Team in 1978. J subur gol, Raja adalah berkenaan dgn perguruan tinggi Semua-Amerika di University of Tennessee dan pergi ke dinamakan ke NBA All-Rookie Team pada tahun 1978. He was also named NBA Comeback Player of the Year in 1981 and scored nearly 20,000 points in his storied NBA career. Dia juga cerdas bernama NBA Player of the Year pada tahun 1981 dan dinilai hampir 20.000 poin di NBA termasyhur karir.

CHRIS MULLIN -- Player, a McDonald's High School All-American from New York, NY, was a five-time NBA All-Star and collegiate standout at St. John's, where he was named Big East Player of the Year an unprecedented three times. Chris Mullin - Player, a McDonald's High School All-American dari New York, NY, adalah lima kali NBA All-Star berkenaan dgn perguruan tinggi dan menonjol di St John's, di mana ia bernama Big East Player of the Year yang belum pernah terjadi tiga kali . A two-time Olympic gold medalist (1984, 1992), Mullin played 16 NBA seasons for Golden State and Indiana, amassing 17,911 points while averaging more than 20 ppg for six consecutive seasons. J dua kali emas Olimpiade medalist (1984, 1992), Mullin diputar 16 NBA musim untuk Golden State dan Indiana, amassing 17.911 poin sementara rata-rata lebih dari 20 ppg untuk enam musim berturut-turut. He was only the 17th player in NBA history to compile 17,000 points, 3,000 rebounds and 3,000 assists, and was an NBA First Team pick in 1992. Dia hanya 17. Dalam sejarah NBA untuk mengkompilasi 17.000 poin, 3000 dan 3000 membantu rebounds, dan merupakan NBA First Team menjemput pada tahun 1992. He is the all-time scoring leader at St. John's where he was named the Wooden Award winner and Sporting News First Team All-America in 1985. He is all-time scoring pemimpin di St John's dimana dia dinamakan Kayu Penghargaan pemenang dan Sporting Berita Tim Pertama All-Amerika pada tahun 1985.

DON NELSON -- Coach, a native of Muskegon, Michigan, began his career as an NBA player for the Chicago Zephyrs (1962-1963) and went on to play for the Los Angeles Lakers (1963-1965) and the Boston Celtics (1965-1975), playing a record 465 consecutive games with the Celtics. Don Nelson - Coach, penduduk asli Muskegon, Michigan, memulai karirnya sebagai pemain NBA untuk Chicago Zephyrs (1962-1963) dan pergi ke bermain untuk Los Angeles Lakers (1963-1965) dan Boston Celtics (1965 -1975), bermain catatan 465 berturut-turut dengan permainan Celtics. He then went on to coach in the NBA leading the Milwaukee Bucks (1976-1987) to seven consecutive division titles (1979-1986) and recorded seven straight 50-plus win seasons. Dia kemudian pergi ke pelatih di NBA memimpin Milwaukee Bucks (1976-1987) ke tujuh divisi judul (1979-1986) dan tercatat tujuh lurus 50-plus memenangkan musim. He currently coaches with the Golden State Warriors where he previously coached together with stints with the New York Knicks (1995-1996) and the Dallas Mavericks (1997-2005). Saat ini dia coaches dengan Golden State Warriors di mana dia sebelumnya coached tugas bersama dengan New York Knicks (1995-1996) dan Dallas Mavericks (1997-2005). Nelson is one of only two coaches in NBA history to record 250 victories with three different teams. Nelson adalah salah satu dari hanya dua di NBA coaches sejarah mencatat 250 kemenangan dengan tiga tim berbeda. He is a three-time NBA Coach of the Year winner, and currently ranks second in NBA Coaching history for wins and was named to the NBA's Ten Best Coaches of All-Time in 1996 Nelson has over 40 years of NBA experience as a player, coach and general manager. Dia adalah tiga kali NBA Coach of the Year pemenang, dan saat ini menempati urutan kedua dalam sejarah NBA Coaching untuk memenangkan dan dinamai dengan NBA dari Sepuluh Jawaban Coaches of All-Time pada tahun 1996 Nelson memiliki lebih dari 40 tahun pengalaman sebagai NBA player, pelatih dan manajer umum. His number #19 jersey was retired by the Boston Celtics. His number # 19 Jersey adalah pensiunan oleh Boston Celtics.

DAVID ROBINSON -- Player, would spend his entire NBA career with the San Antonio Spurs guiding them to two NBA Championships while being named to 10 NBA All-Star Teams, four NBA First Team Selections, NBA MVP (1995) and being selected to the NBA's 50th Anniversary Team. David Robinson - Player, ia akan menghabiskan seluruh karir NBA dengan San Antonio Spurs menuntun mereka ke dua NBA Championships sedangkan yang ke 10 bernama NBA All-Star Tim, empat Tim Seleksi Pertama NBA, NBA MVP (1995) dan yang dipilih ke NBA dari Tim 50. Festival. Also know as "The Admiral, he won two Olympic Gold Medals including being a member of the Legendary 1992 "Dream Team". During Robinson's college career at the US Naval Academy, he earned Player of the Year (1987), Naismith and Wooden Honors while leading the nation in rebounding and blocked shots. Juga tahu sebagai "The Admiral, ia memenangkan dua Olympic Gold Medals termasuk menjadi anggota dari Legendary 1992" Dream Team ". Selama Robinson's college karir di US Naval Academy, yang ia Player of the Year (1987), dan Kayu Naismith Honors sedangkan pemimpin bangsa di rebounding dan diblokir menerus.

JERRY SLOAN -- Coach, began his coaching career as an Assistant Coach with the Chicago Bulls before beginning his long career with the Utah Jazz. Jerry Sloan - Coach, ia mulai coaching karir sebagai Asisten Coach dengan Chicago Bulls yang lama sebelum memulai karir dengan Utah Jazz. He is the only coach in NBA history to win over 1,000 games with a single team while compiling a winning percentage of over .600. Dia adalah satu-satunya pelatih dalam sejarah NBA untuk memenangkan lebih dari 1.000 permainan dengan satu tim saat kompilasi yang lebih unggul persentase ,600. Sloan led the Jazz to two NBA Finals, 18 playoff appearances and is fourth on the NBA list of coaching victories. Sloan memimpin Jazz ke dua NBA Finals, 18 Playoff kerukunan dan keempat di NBA daftar coaching kemenangan. Sloan was also named as the Sporting News NBA Coach of the Year in 2004. Sloan juga dinamakan sebagai Sporting News NBA Coach of the Year pada tahun 2004.

JOHN STOCKTON -- Player, spent his entire NBA career with the Utah Jazz accumulating 15,806 assists and 3,265 steals -- both NBA records at his retirement. John Stockton - Player, ia menghabiskan seluruh karir NBA dengan Utah Jazz accumulating 15.806 membantu dan mencuri 3265 - baik di NBA catatan pensiun. He was named to 10 NBA All-Star Teams and was selected as a member of the NBA's 50th Anniversary Team while leading the Jazz to two NBA Finals. Dia bernama ke 10 NBA All-Star Tim dan terpilih sebagai anggota dari NBA's 50. Festival Team sementara memimpin Jazz ke dua NBA Finals. He was also named to two All-NBA First Teams in 1994 and 1995. Dia juga bernama ke dua NBA All-Tim Pertama pada tahun 1994 dan 1995. Stockton was a member of the original "Dream Team" that captured a Gold Medal as well as the 1996 Gold Medal winning USA Basketball team. Stockton adalah anggota yang asli "Dream Team" yang diambil yang Gold Medal serta Gold Medal 1996 pemenang tim Bola Basket Amerika Serikat.

WOMEN'S COMMITTEE FINALISTS WOMEN'S KOMITE finalis

CYNTHIA COOPER -- Player, competed at USC where she won two NCAA Championships and participated in three Final Fours. Cynthia Cooper - Player, USC berkompetisi di mana dia memenangkan dua NCAA Championships dan berpartisipasi dalam tiga Final merangkak. With the Houston Comets, she would win four WNBA Championships while capturing a WNBA Finals MVP with each title. Dengan Houston Comets, dia memenangkan empat WNBA Championships saat menangkap seorang WNBA Finals MVP dengan masing-masing judul. Named to three WNBA All-Star Teams, she was also selected WNBA MVP twice and was named as an All-WNBA First Team Selection. Nama ke tiga WNBA All-Star Tim, dia juga dipilih dua kali dan MVP WNBA dinamai sebagai All-WNBA Pertama Tim Seleksi. Cooper won an Olympic Gold Medal in 1988 and an Olympic Bronze Medal in 1992 to go along with two World Championship Gold Medals and two Goodwill Games' Gold Medals. Cooper memenangkan Gold Medal di Olimpiade 1988 dan Olimpiade Bronze Medal pada tahun 1992 untuk pergi bersama dengan dua Kejuaraan Dunia Gold Medals dan dua Goodwill Games' Gold Medals.

C.VIVIAN STRINGER -- Coach, has compiled an overall coaching record with over 750 wins which ranks her third in NCAA Women's Basketball History. C. Vivian Stringer - Coach, telah disusun keseluruhan coaching merekam dengan lebih dari 750 yang memenangkan dia peringkat ketiga di NCAA Women's Basketball Sejarah. She is the first coach to lead three different schools to the NCAA Final Four including Cheyney State, the University of Iowa and Rutgers University where she coaches today. Dia adalah yang pertama pelatih untuk memimpin tiga sekolah ke NCAA Final Four termasuk Cheyney Negara, University of Iowa dan Rutgers University di mana dia coaches today. In 1993, she was named consensus National Coach of the Year. Pada tahun 1993, dia bernama konsensus Nasional Coach of the Year. Coach Stringer is enshrined at the Women's Basketball Hall of Fame. Stringer adalah pelatih diabadikan di Wanita Bola Basket Hall of Fame.

INTERNATIONAL COMMITTEE FINALISTS KOMITE INTERNASIONAL finalis

VLADIMIR KONDRASHIN -- Coach, was known as the founder of basketball in Leningrad where he would compile an overall record of 727-365. Vladimir KONDRASHIN - Coach, dikenal sebagai pendiri basket di Leningrad di mana dia akan mengkompilasi keseluruhan catatan 727-365. He led the Soviet Union National Team to the Olympic Gold Medal in 1972, the Olympic Bronze Medal in 1976, the World Championship Gold Medal in 1974 and won European Championships in Germany, Spain and the former Yugoslavia. Dia memimpin Uni Soviet Tim Nasional ke Olympic Gold Medal pada tahun 1972, di Olimpiade Bronze Medal pada tahun 1976, World Championship Gold Medal pada 1974 dan memenangkan Championships Eropa di Jerman, Spanyol dan bekas Yugoslavia.

MACIEL "UBIRATAN" PEREIRA -- Player, was known as "The King" in his native Brazil. MACIEL "UBIRATAN" Pereira - Player, dikenal sebagai "Raja" di asli Indonesia. He would earn a gold medal at the 1963 World Championships and a Bronze Medal at the 1964 Olympics while winning five South American Championships and 11 titles in the Paulista League in Brazil. Dia akan mendapat medali emas pada 1963 World Championships dan Bronze Medal di Olimpiade 1964 saat menang lima South American Championships dan 11 judul di Liga Paulista di Brasil. "The King" played in three Olympic Games with Brazil and was awarded the "Order of Merit" Award from FIBA in 2002. "Raja" diputar di tiga Olimpiade dengan Brasil dan penghargaan "Order of Merit" Penghargaan dari FIBA pada 2002.

VETERAN'S COMMITTEE FINALIST Veteran'S KOMITE finalis

RICHARD GUERIN -- Player, was a six time NBA All Star (1958-1963) and scored 14,676 points, 4,278 rebounds and 4,211 assists during a pro career with the Knicks (1956-63), St. Louis Hawks (1963-67) and Atlanta Hawks (1968-70). RICHARD Guerin - Player, adalah enam kali NBA All Star (1958-1963) dan angka 14.676 poin, 4278 dan 4211 membantu rebounds selama karir pro dengan Knicks (1956-63), Louis Hawks (1963-67) dan Atlanta Hawks (1968-70). Guerin was the first Knick to score 2,000 points in a single season, and averaged 20.1 ppg as a member of the Knicks. Guerin adalah yang pertama main ke skor 2.000 poin dalam satu musim, dan rata-rata 20,1 ppg sebagai anggota dari Knicks. Born in Bronx, NY, Guerin played at Iona College, where as a senior he averaged 24.7 ppg and was named an All-America. Lahir di Bronx, NY, Guerin diputar di Iona College, di mana ia sebagai senior rata-rata 24,7 ppg dan seorang bernama All-Amerika. Guerin was also a player/coach for both the St. Louis and Atlanta Hawks, compiling a 327-291 record while being named NBA Coach of the Year in 1968. Guerin juga seorang pemain / pelatih untuk kedua Louis dan Atlanta Hawks, 327-291 compile sebuah program yang bernama merekam sambil NBA Coach of the Year pada tahun 1968.

JOHNNY "RED" KERR -- Contributor, has a career that included playing, coaching, executive and broadcaster. JOHNNY "RED" Kerr - Kontributor, memiliki karir yang disertakan diputar, coaching, eksekutif dan penyerta. A three-time NBA All-Star and member of the NBA Champion Syracuse Nationals as a player, Kerr would be named NBA Coach of the Year in 1967 with the Chicago Bulls and was the only coach in league history to lead an expansion team to the playoffs in their first season. J-tiga kali NBA All-Star dan anggota dari NBA Champion Syracuse Nationals sebagai pemain, Kerr akan bernama NBA Coach of the Year pada tahun 1967 dengan Chicago Bulls dan merupakan satu-satunya pelatih dalam sejarah liga untuk memimpin sebuah tim ekspansi ke mau main di musim pertama mereka. Since 1975, Kerr has served as color commentator for the Bulls. Sejak 1975, Kerr telah menjabat sebagai komentator warna untuk Bulls.