BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 20 Mei 2009

Blok Cepu Terkendala Infrastruktur

Semoga berita dibawah ini dapat menjadi referensi kita mengenai kondisi terakhir ladang minyak yang kita harapkan menjadi konstributor terbesar bagi produksi minyak di indonesia, pengganti lapangan2 di riau (chevron) di tahun2 mendatang), semoga ada manfaatnya, terima kasih.-admin-===============Produksi awal minyak Blok Cepu masih terkendala masalah infrastruktur pipa pengakut minyak dan kesiapan fasilitas kilang mini. Target produksi 20.000 barrel per hari bisa mundur dari jadwal jika kedua infrastruktur pendukung tersebut tidak siap Dirjen Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo, Senin (4/5), menilai, kesiapan fasilitas pipa menjadi hal yang utama untuk produksi awal Cepu. “Terutama soal pipa,” ujarnya.Sesuai rencana, pengenbangan Blok Cepu yang dikelola bersama Exxon Mobil dan Pertamina dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, sumur yang telah dibersihkan mulai memproduksi minyak (first oil), telah dilakukan awal Desember 2008.Di tahap uji coba ini, produksi minyak Cepu hanya 200-500 barrel per hari. Tahap kedua, produksi awal. Produksi minyak dari enam sumur di Lapangan Banyu Urip ditingkatkan mencapai 20.000 barrel per hari. Tahap ketiga adalah pengembangan penuh dari semua lapangan yang ada di Blok Cepu pada tahun 2012. Di tahap ini, Cepu diharapkan bisa mencapai puncak produksi 185.000 barrel per hari ditambah produksi gas.Saat ini, Cepu sedangn masuk ke tahap kedua. Aktivitas produksi di seluruh sumur yang ada di Banyu Urip dihentikan sementara karena Join Operating Body (JOB) Cepu sedang membangun fasilitas produksi awal.Dengan adanya sejumlah kendala, produksi awal mundur dari rencana. Semula, produksi awal ditargetkan Februari 2009, sebesar 20.000 barrel per hari.Perkembangan terakhir, produksi awal baru dimulai Juli 2009. Pada tahap ini, minyak dari Blok Cepu mulai dijual. Sekitar 14.000 barrel dialirkan ke Pertamina dan 6.000 barrel ke kilang mini dikelola PT Tri Wahana Universal (TWU) di Bojonegoro.Pertamina harus membangun pipa sejauh 36 kilometer dari Blok Cepu ke Mudi. Minyak akan dialirkan ke floating storage Cinta Natomas di lepas pantai Tuban.Pembangunan pipa dari Blok Cepu ke Mudi masih terkendala soal izin dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Pemkab Tuban sampai mengirim surat ke pemerintah pusat, meminta penjelasan tentang status proyek tersebut.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menyatakan, Ditjen Migas telah membalas, meminta pemerintah daerah memberi izin dan membantu pelaksanaan pembangunan pipa, bagian dari proyek penting bagi Negara.Secara terpisah, Wakil Kepala Badan Pelaksana Hulu Migas Abdul Muin mengemukakan, dalam rapat pembahasaan tentang produksi Cepu, Jumat lalu, soal insfrastruktur pendukung menjadi pembahasan utama.Kesiapan fasilitas pendukung berupa pipa dan kilang menjadi penentu kapan produksi awal Cepu bisa mencapai 20.000 barrel per hari.“Sementara perkiraan produksi 20.000 barrel bisa tercapai di bulan Agustus. Kalau dua fasilitas itu tidak siap, pasti mundur lagi,” ujar Abdul Muin.Pertamina sedang mengusahakan agar pipa bisa diselesaikan, sedangkan soal kilang, Abdul Muin mengkhawatirkan krisis financial ikut berdampak pada PT TWU. Meskipun ada informasi bahwa kilang tersebut sudah masuk tahap uji coba, BP Migas masih harus memastikan lagi.Blok Cepu termasuk yang diandalkan pemerintah untuk mencapai target produksi minyak 960.000 barrel per hari, produksi minyak pada triwulan pertama tahun 2009 adalah 956.290 barrel per hari. (kompas, 5 mei 09)

0 komentar: