BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 18 Juni 2009

Duel Kobe Bryant Vs LeBron James Panaskan Perang Bintang

Dalam beberapa tahun terakhir, para pecinta basket Amerika Serikat terlibat perdebatan sengit. Perbalahan itu masuk dalam bar-bar, tv, radio, internet dan berbagai media lainnya. Menjelang pertandingan NBA All-Stars, Minggu (15/2) waktu setempat, adu argumen makin memanas. Topiknya: apakah LeBron James sudah melampaui kehebatan Kobe Bryant?


Bryant, 30 tahun, merupakan Pemain Terbaik NBA musim lalu. Pemain Los Angeles Lakers ini menggondol tiga cincin juara NBA dan dijuluki "Pemain Terbaik di Planet." Sedangkan, James, 24 tahun, dijuluki "Chosen One" (Yang Terpilih) serta "King" (Raja). James tercatat membela Cleveland Cavaliers.

Persaingan Bryant dengan James akan kembali disorot pada pertandingan NBA All-Stars Minggu ini. Bryant bakal mewakili tim Wilayah Barat sementara James membela tim Wilayah Timur.

Dalam pertemuan terakhir mereka, Bryant tampil gemilang ketika membawa Lakers mengalahkan Cavaliers 101-91, Minggu lalu. Di pekan yang sama sebelum pertandingan melawan Cavaliers, Bryant mencetak rekor 61 poin di kandang New York Knicks, Madison Square Garden.

Namun James tidak mau kalah. Dua hari setelah Bryant mencetak rekor, James membukukan 52 poin di Madison Square Garden sekaligus mencetak triple-double (poin, assist, dan rebound dua digit) ke-21 sepanjang kariernya.

Lantas siapa yang terbaik di antara mereka? USA TODAY menanyakan itu kepada para general manager di NBA. Karena masalah ini dianggap sangat sensitif, USA TODAY memutuskan untuk tidak menyebutkan nama-nama responden.

Hasil dari jajak pendapat USA TODAY: 19 general manager enggan berkomentar, 12 orang menjagokan Bryant, dan tujuh lainnya mengunggulkan James.

Menanggapi jajak pendapat tersebut, Komisioner NBA David Stern menilai tidak adil jika hanya mengungkit duel Bryant melawan James. Pasalnya, lanjut Stern, NBA memiliki bakat-bakat lain seperti Tim Duncan, Kevin Garnett, Paul Pierce, Dwyane Wade, Chris Paul, dan Dwight Howard.

Apalagi, Stern mengatakan bahwa klub yang juara musim lalu adalah Boston Celtics, bukan Lakers yang dibela Bryant ataupun Cavaliers yang dimotori James. Karena itu, Stern menilai persaingan antara Bryant melawan James hanya merupakan cerita yang digembar-gemborkan media.

Sementara itu, menanggapi persaingan Bryant dengan James, analis dari ABC/ESPN Jeff van Gundy mengatakan, "IQ basket Kobe yang bagus, semangat bersaing, dan kemampuan bermainnya membuatnya tidak bisa dibantah lagi sebagai pemain terbaik. Akan tetapi, James lebih muda. Dan tidak ada yang mampu menyainginya di 44 menit pertama (tiga kuarter pertama)."

Tidak seperti saat Michael Jordan masih mendominasi, NBA saat ini tidak didominasi oleh satu bintang. James saat ini lebih muda dan ia dinilai belum mencapai permainan puncaknya. Sedangkan Bryant memiliki kemampuan yang membuatnya mampu membalikkan keadaan di empat menit terakhir pertandingan. Bryant mempunyai tembakan bebas yang lebih baik sehingga menjadi salah satu kelebihannya menjelang pertandingan usai.

"Ia sangat piawai memasukkan tembakan yang sangat sulit ketika pemain lawan memblokade, namun ia bisa melewati penjagaan dua pemain," ujar mantan pemain NBA yang menjadi analis TNT, Reggie Miller, mengenai Bryant.

0 komentar: